Indosat mengklaim ponsel Qwerty Android Wiigo yang baru saja diperkenalkannya di ajang Indonesia Celullar Show 2010 adalah asli buatan Indonesia.
"Wiigo pakai handset bikinan Indonesia 100%," kata Teguh Prasetya, Group Head VAS Marketing Indosat.
Ponsel yang menggunakan sistim operasi (OS) Android 1.6 itu, kata Teguh, dikembangkan bersama antara Indosat dengan vendor Simplimobile. Mulai dari perakitan hingga pengembangan aplikasinya.
Indosat di sini ikut terjun. Kami masuk sampai level R&D (riset dan pengembangan). Think thank-nya kan Indosat. Sementara Simplimobile, dulunya content provider," kata Teguh.
Meski baru menggunakan OS Android 1.6 (Doughnut), namun kata Teguh, handset ini nantinya bisa di-upgrade ke OS Eclair maupun Froyo.
"Kami waktu itu pakai yang 1.6 karena sudah masuk R&D satu tahun. Namun itu upgreadable dalam waktu dekat. Sedang dikembangkan internal dulu," jelasnya.
Paket Wiigo yang dipasarkan Indosat terdiri dari sebuah ponsel Android Qwerty dan layanan internet on demand ala BlackBerry. Ponsel ini memiliki kemampuan email (POP3, IMAP), chat, jejaring sosial, dan aplikasi lainnya. Namun jika tidak berlangganan layanan data, ponsel itu masih bisa digunakan untuk panggilan suara dan SMS.
Sayangnya, ponsel ini hanya punya kemampuan akses jaringan maksimal 2,75G EDGE. Namun ke depan, kemampuannya mungkin ditingkatkan jadi 3G. Teguh mengungkapkan, Indosat dan Simplimobile akan kembali menghadirkan varian baru dari Wiigo tersebut.
"Saat ini memang baru satu jenis yakni Wiigo T1. Tapi nantinya akan ada dua da dua jenis lagi. Jumlah yang kami sediakan hingga akhir tahun 200 ribu unit," pungkas dia
detiknet.com
Tampilkan postingan dengan label handphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label handphone. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Juli 2010
Jumat, 09 Juli 2010
SkyBee Luncurkan ponsel berfitur tv Hybrid
SkyBee menggebrak dunia perponselan di Indonsia dengan meluncurkan ponsel befitur TV hybrid pertama di tanah air kita.
Fitur TV di ponsel dengan analog mungkin sudah biasa digunakan produsen ponsel merek lokal lainnya. Dengan menggunakan antena sederhana, sebuah ponsel mampu menayangkan siaran layaknya televisi yang ada di rumah.
Ponsel TV kali ini beda, Skybee menggunakan dua teknologi TV yakni TV analog dan TV digital (DVB-T) di dalamnya.
Dua jenis teknologi TV analog dan digital dalam sebuah ponsel inilah yang dinamakan TV Hybrid.
"Ini adalah ponsel TV Hybrid pertama di Indonesia. Kami merasa bangga sebagai yang pertama menghadirkan TV Hybrid ini. Kami siap menyambut era TV digital," ujar Kendro Hendro, Chief Executive Officer PT SkyBee Tbk saat peluncuran di Hotel Mulia.
Kendro menjelaskan, ponsel SkyBee bertype Qwerty yang ditawarkannya ini memiliki diferensiasi di dalamnya. "Produk kami spesial karena memiliki angka 2-2-2," ujarnya. 2-2-2 yang dimaksud adalah ponsel tersebut memiliki kemampuan dual GSM, dual kamera, serta dual TV.
TV Digital
Di Indonesia, siaran TV digital memang belum merata di seluruh provinsi. Menurut penuturan Sung Khiun, Chief Commercial Officer SkyBee, saat ini baru Jakarta dan Bandung saja yang sudah bisa menjajal siaran TV digital tersebut.
Secara kualitas, TV digital jelas berbeda dengan TV analog yang memiliki efek 'kresek-kresek' atau 'menyemut' dengan frekuensi free-to-air-nya. TV Digital tampil lebih jernih dan bersih.
Berbeda dengan IPTV (Internet Protocol Television), teknologi TV digital bernama DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) ini tak dikenakan biaya dan tanpa kabel layaknya TV analog.
Untuk saat ini ada beberapa stasiun TV yang tengah mengembangkan teknologi TV Digital (DVB-T), seperti TVRI, RCTI, TPI, Indosiar dan Trans7.
Menikmati siaran TV digital dari ponsel merupakan keasyikan tersendiri. Saat dicoba siaran TV dari TVRI dan RCTI nampak sangat jernih. Lumayan untuk sebuah ponsel dengan banderol harga hanya Rp 950 ribu.
SkyBee mengklaim, ponsel mereka dapat digunakan untuk menonton TV selama dua jam. "Kira-kira cukup untuk menonton satu episode sinetron," seloroh Kendro, bercanda.
detiknet.com
Fitur TV di ponsel dengan analog mungkin sudah biasa digunakan produsen ponsel merek lokal lainnya. Dengan menggunakan antena sederhana, sebuah ponsel mampu menayangkan siaran layaknya televisi yang ada di rumah.
Ponsel TV kali ini beda, Skybee menggunakan dua teknologi TV yakni TV analog dan TV digital (DVB-T) di dalamnya.
Dua jenis teknologi TV analog dan digital dalam sebuah ponsel inilah yang dinamakan TV Hybrid.
"Ini adalah ponsel TV Hybrid pertama di Indonesia. Kami merasa bangga sebagai yang pertama menghadirkan TV Hybrid ini. Kami siap menyambut era TV digital," ujar Kendro Hendro, Chief Executive Officer PT SkyBee Tbk saat peluncuran di Hotel Mulia.
Kendro menjelaskan, ponsel SkyBee bertype Qwerty yang ditawarkannya ini memiliki diferensiasi di dalamnya. "Produk kami spesial karena memiliki angka 2-2-2," ujarnya. 2-2-2 yang dimaksud adalah ponsel tersebut memiliki kemampuan dual GSM, dual kamera, serta dual TV.
TV Digital
Di Indonesia, siaran TV digital memang belum merata di seluruh provinsi. Menurut penuturan Sung Khiun, Chief Commercial Officer SkyBee, saat ini baru Jakarta dan Bandung saja yang sudah bisa menjajal siaran TV digital tersebut.
Secara kualitas, TV digital jelas berbeda dengan TV analog yang memiliki efek 'kresek-kresek' atau 'menyemut' dengan frekuensi free-to-air-nya. TV Digital tampil lebih jernih dan bersih.
Berbeda dengan IPTV (Internet Protocol Television), teknologi TV digital bernama DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) ini tak dikenakan biaya dan tanpa kabel layaknya TV analog.
Untuk saat ini ada beberapa stasiun TV yang tengah mengembangkan teknologi TV Digital (DVB-T), seperti TVRI, RCTI, TPI, Indosiar dan Trans7.
Menikmati siaran TV digital dari ponsel merupakan keasyikan tersendiri. Saat dicoba siaran TV dari TVRI dan RCTI nampak sangat jernih. Lumayan untuk sebuah ponsel dengan banderol harga hanya Rp 950 ribu.
SkyBee mengklaim, ponsel mereka dapat digunakan untuk menonton TV selama dua jam. "Kira-kira cukup untuk menonton satu episode sinetron," seloroh Kendro, bercanda.
detiknet.com
Rabu, 18 Maret 2009
Sejarah handphone
Perkembangan handphone
Teknologi ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983. Penggunaan teknologi analog pada generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS. NMT atau Nordic Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada frekuensi 900 MHz.
Mengingat tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik, lahirlah teknologi generasi ke dua atau 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Teknologi 2G lainnya adalah IS-95 CDMA, IS-136 TDMA dan PDC. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Sebagai perbandingan, modem yang banyak digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Karena pada 2G, satu frekuensi bisa digunakan beberapa pelanggan dengan menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA).
Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps.
Sejarah
Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.
Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2.
Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.
Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga pembuat peralatan membayar royalti.
Teknologi CDMA membuat kapasitas suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA, setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang disediakan untuk tiap sel.
Sistem komunikasi wireless berbasis CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan saingan utama dari sistem GSM di banyak negara. Pada tahun 1999, the International Telecommunication Union (ITU) memilih CDMA sebagai standar teknologi untuk generasi ketiga (3G). Varian CDMA yang banyak digunakan adalah WCDMA dan TD-SCDMA.
Pada bulan Mei 2001 sudah terdapat 35 juta pelanggan CDMA di seluruh dunia. Dan pada tahun 2003, terdapat 100 juta pelanggan yang menggunakan CDMA di seluruh dunia. Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi.
Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Bayangkan saja, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan sekadar memesan tempat di restoran, cukup dengan menekan tombol di handphone.
Ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, membayar SPP untuk kuliah anak-anak, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.
Dalam jangka panjang, CDMA dan teknologi-teknologi lainnya seperti GSM akan dibandingkan berdasarkan pada biaya total per pelanggan dari jaringan infrastruktur dan harga pesawat telefon.Dengan 3G, komunikasi murah dan berkualitas bukan impian belaka.
sumber:http://pawnshop-sharia.blogspot.com/2009/03/sejarah-handphone.html
Teknologi ini mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Menyusul kemudian NMT di Skandinavia pada tahun 1981 dan AMPS pada tahun 1983. Penggunaan teknologi analog pada generasi pertama menyebabkan banyak keterbatasan yang dimiliki seperti kapasitas trafik yang kecil, jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit, dan penggunaan spektrum frekuensi yang boros.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah pelanggan tidak bisa ditampung generasi pertama. Selain itu, teknologi 1G hanya bisa melayani komunikasi suara, tidak seperti 2G yang bisa digunakan untuk SMS. NMT atau Nordic Mobile Telephone adalah jaringan handphone analog yang pertama kali digunakan secara internasional di Eropa Utara. Jaringan ini beroperasi pada frekuensi 450 MHz sehingga sering disebut NMT-450, ada juga NMT-900 yang beroperasi pada frekuensi 900 MHz.
Mengingat tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik, lahirlah teknologi generasi ke dua atau 2G. Generasi ini sudah menggunakan teknologi digital. Teknologi 2G lainnya adalah IS-95 CDMA, IS-136 TDMA dan PDC. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Sebagai perbandingan, modem yang banyak digunakan untuk koneksi internet berkecepatan 56.000 bps (5,6 kbps). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Karena pada 2G, satu frekuensi bisa digunakan beberapa pelanggan dengan menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA).
Standar teknologi 2G yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System for Mobile Communication), seperti yang dipakai sebagian besar handphone saat ini. GSM beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 MHz. GSM juga mendukung komunikasi data berkecepatan 14,4 kbps.
Sejarah
Sejarah GSM diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada tahun 1982. Konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.
Pada tahun 1993, sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2.
Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.
Baru-baru ini, tren komunikasi seluler mulai beralih kepada generasi berikutnya yang diprediksikan akan menjadi teknologi komunikasi seluler yang menjanjikan. Generasi 3 atau 3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) atau WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access). Kelebihan generasi terbaru ini terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi indoor.
Selain itu, generasi ini dapat menyediakan layanan multimedia seperti internet, video streaming, video telephony, dan lain-lain dengan lebih baik. Generasi ketiga ini menggunakan teknologi CDMA yang awalnya muncul dari teknologi militer Amerika Serikat dan dikhususkan pada standar IS-95. Beberapa paten pada jaringan-jaringan yang ada sekarang yang berbasis pada teknologi CDMA dimiliki Qualcomm Inc., sehingga pembuat peralatan membayar royalti.
Teknologi CDMA membuat kapasitas suatu sel menjadi lebih besar dibanding sistem GSM karena pada sistem CDMA, setiap panggilan komunikasi memiliki kode-kode tertentu sehingga memungkinkan banyak pelanggan menggunakan sumber radio yang sama tanpa terjadinya gangguan interferensi dan cross talk. Sumber radio dalam hal ini adalah frekuensi dan time slot yang disediakan untuk tiap sel.
Sistem komunikasi wireless berbasis CDMA pertama kali digunakan pada tahun 1995 dan sampai sekarang, CDMA merupakan saingan utama dari sistem GSM di banyak negara. Pada tahun 1999, the International Telecommunication Union (ITU) memilih CDMA sebagai standar teknologi untuk generasi ketiga (3G). Varian CDMA yang banyak digunakan adalah WCDMA dan TD-SCDMA.
Pada bulan Mei 2001 sudah terdapat 35 juta pelanggan CDMA di seluruh dunia. Dan pada tahun 2003, terdapat 100 juta pelanggan yang menggunakan CDMA di seluruh dunia. Kelebihan utama yang dimiliki generasi ketiga adalah kemampuan transfer data yang cepat atau memiliki bit rate yang tinggi.
Tingginya bit rate yang dimiliki menyebabkan banyak operator CDMA dapat menyediakan berbagai aplikasi multimedia yang lebih baik dan bervariasi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Bayangkan saja, hanya dengan sebuah handphone, kita memiliki fasilitas kamera, video, komputer, stereo dan radio. Selain itu, berbagai fasilitas hiburan pun bisa dinikmati seperti video klip, keadaan lalu lintas secara real time, teleconference, bahkan sekadar memesan tempat di restoran, cukup dengan menekan tombol di handphone.
Ketika kita duduk di rumah pun, kita masih bisa melakukan berbagai hal tanpa harus keluar ruangan, seperti mencek saldo bank, membayar SPP untuk kuliah anak-anak, memesan makanan dan lain-lain. Itu semua bukan hal yang mustahil bagi generasi ketiga.
Dalam jangka panjang, CDMA dan teknologi-teknologi lainnya seperti GSM akan dibandingkan berdasarkan pada biaya total per pelanggan dari jaringan infrastruktur dan harga pesawat telefon.Dengan 3G, komunikasi murah dan berkualitas bukan impian belaka.
sumber:http://pawnshop-sharia.blogspot.com/2009/03/sejarah-handphone.html
Kamis, 30 Oktober 2008
Daftar ponsel s60
Kalian pasti bingung saat download, hp saya ini termasuk seri mana ya. Tapi dalam download game, theme, dan aplikasi biasanya juga di perlihatkan type-type hp yang compatible.
Masalahnya ya kalau di perlihatkan di mana type-type hp yg cocok/compatible, jika tidak anda harus mengerti hp anda masuk seri berapa. Yang akan kami tampilkan adalah daftar type ponsel Nokia seri 60. Ponsel seri 60 adalah ponsel memiliki OS (Operating System) Symbian. Jadi yang masuk ponsel nokia seri 60 harus bersymbian jika tidak mempunyai sistem operasi symbian tidak masuk seri 60. Seri 60 ada 3 yaitu s60 1st edition/ s60v1, s60 2nd edition/s60v2, dan s60 3rd edition/s60v3 .Berikut daftar type-type ponsel nokia seri 60.
s60 1st edition atau s60v1: 7650, 3650, N-Gage, N-Gage QD, 3660, 9210.
s60 2nd edition atau s60v2: 6600, 6670, 7610, 3230, 6630, 6680, 6681, 6260, n70, n72, 9500, 9300, 9300i, n90, n92.
S60 3rd edition atau s60v3: 3250, n91, n80, 5700, 6120 classic, 6220 classic, 6110 Navigator, 6210 Navigator, 5320 XpressMusic, e50, e61, e51, e65, e90, e61i, e71, e66, n93, n93i, n77, n76, n73, n81, n81 8gb, n78, n82, n95, n95 8gb.
Masalahnya ya kalau di perlihatkan di mana type-type hp yg cocok/compatible, jika tidak anda harus mengerti hp anda masuk seri berapa. Yang akan kami tampilkan adalah daftar type ponsel Nokia seri 60. Ponsel seri 60 adalah ponsel memiliki OS (Operating System) Symbian. Jadi yang masuk ponsel nokia seri 60 harus bersymbian jika tidak mempunyai sistem operasi symbian tidak masuk seri 60. Seri 60 ada 3 yaitu s60 1st edition/ s60v1, s60 2nd edition/s60v2, dan s60 3rd edition/s60v3 .Berikut daftar type-type ponsel nokia seri 60.
s60 2nd edition atau s60v2: 6600, 6670, 7610, 3230, 6630, 6680, 6681, 6260, n70, n72, 9500, 9300, 9300i, n90, n92.
Kamis, 23 Oktober 2008
Aplikasi edit text : lightnotepad
Aplikasi ini buat anda yang tidak mempunya laptop untuk mengedit tugas anda, dan mampu mengedit dan menambahi yang berformat (.doc). Tapi aplikasi ini di gunakan oleh handphone yang bersymbian. Yakni symbian s60 edisi ketiga (s60 3rd). Bisa download di sini
Langganan:
Postingan (Atom)