Sabtu, 13 Desember 2008

Nama Alloh


Ar Rahman, aku yang semula tiada, menjadi ada

Ar Rahiim, yang memberikan aku pendengaran, penglihatan dan hati

Al Malik sangat baik padaku
Memberi meski belum kuminta

Al Quddus memberi aku makan dan minum

As Salam, Al Mu’min, memberikan aku kehidupan

Waktu shalat adalah yang paling dinanti

Saat itulah aku bisa bertemu dengan Al Muhaimin

Bagian dari rasa syukurku pada Al Aziz


Al Jabbar yang menguasai kerajaan langit dan bumi

Aku menyedihkan hatiku bila bermaksiat pada Al Mutakabbir

Aku senang bila aku ada dalam ketaatan pada Al Khaliq

Lisan ingin selalu menyebut nama Al Bari’

Hati selalu merindukan Al Musawwir, bilakah bertemu ?

Tangan ingin bergerak sesuai kehendak Al Ghafar

Kaki ingin melangkah menuju tempat yang diridhai Al Qahhar

Mata ingin melihat apa yang dihalalkan Al Wahhab

Wahai Ar Razzaq, Al Fattah, Al ’Aliim….

Al Qabid, Al Basith, cinta yang kekal sepanjang masa

Namun cinta pada Al Khafid penuh ujian

Karena Ar Rafi’ berfirman, ”Apakah kamu mengira, kamu akan dibiarkan saja mengatakan ’Kami beriman’, sedang kamu tidak diuji lagi ?”

Al Muzillu menjanjikan hari perjumpaan

Hari disingkapnya segala isi hati dan amalan di hadapan As Sami’

Al Basir akan bangkitkanku dari kubur

Pada hari itu kesedihan dunia berlalu, di bawah naungan Al Hakam

Al ’Adl sering memberi mimpi hikmah padaku

Al Latif memberikan hidayah dengan ragam cara

Tidak ada yang lepas dari pengawasan Al Khabir

Maka kudidik hati agar ikhlas hanya untuk Al Haliim

Begitu banyak hamba yang mencintai Al Azim, Al Ghafur

Mujahidin yang senantiasa bertasbih kepada Asy Syakur

Lantas dimanakah kedudukanku di hadapan Al ‘Aliyy

Akankah Al Kabiir ingat kepadaku di hari pertemuan nanti ?

Ingin menatap wajah Al Hafiz…

Al Muqitu ada di atas Arsy

Yang Arsy Al Hasib dibawa oleh para malaikat yang mulia lagi berbakti

Senantiasa Al Jaliil ada dalam kesibukan

Menatap langit malam ciptaan Al Karim, sungguh indah

Ar Raqib mencintai keindahan

Ayat-ayat kauniyah dan kauliyah Al Mujibu indah dan menakjubkan

Al Wasi’u tidak pernah menganiaya hamba-hambanya.

Al Hakim memberi episode kehidupan kepadaku

Al Wadudu ada kalanya memberi kemudahan atau kesulitan

Tetapi firman Al Majid, “Sesudah kesulitan ada kemudahan.”

Al Basi’ selalu bersama hambanya di dunia dan di akhirat

Ketika aku mencintai Asy Syahid,

Maka aku pun akan mencintai hamba-hamba Al Haqq yang lain

Aku akan mengulurkan tangan pada manusia ciptaan Al Wakiil

Demikianlah Al Qawiyy mengajarkan tentang cinta yang sesungguhnya

banner komisi gratis

Related Posts by Categories



0 komentar:

Posting Komentar

Archive

Pengunjung

Online

Posting Terakhir

Komentar Terakhir

 

BOJONEGORO KOTA CHELUZ | Copyright 2009 Tüm Hakları Saklıdır | Blogger Template by GoogleBoy ve anakafa | Sponsored by Noow!